Marlinasi Pembunuh dalam Empat Babak (2017) Trailer Suatu hari di sebuah padang sabana Sumba, Indonesia, sekawanan tujuh perampok mendatangi rumah seorang janda bernama Marlina (Marsha Timothy). Mereka mengancam nyawa, harta dan juga kehormatan Marlina dihadapan suaminya yang sudah berbentuk mumi duduk di pojok ruangan.
Marlinasi Pembunuh dalam Empat Babak bercerita tentang Marlina, seorang janda yang ditinggal suaminya meninggal dunia. Kisah ini bermula ketika Marlina memenggal kepala seorang perampok yang menyatroni rumahnya. Marlina melakukan perjalanan panjang ke kantor polisi dengan membawa kepala perampok tersebut.
FILMberjudul Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak besutan sutradara Mouly Surya sukses masuk seleksi beberapa festival film internasiona Minggu, 24 Jul 2022 WIB E-paper Media Indonesia Hari Ini
Marlinasi Pembunuh dalam Empat Babak (2017) 52 voting, rata-rata 6,9 dari 10 Setelah bertemu dengan sekelompok bandit dengan rencana untuk memperkosa dan mencuri darinya, seorang janda muda berkelana ke hutan belantara untuk mencari keadilan. Oleh: NGEFILM21 Diposting pada: 13 Februari 2022 Dilihat: 3.063 Views Genre: Drama, Thriller, Western
Sumber & Sinopsis Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak. Tahun Rilis: 2017; Genre: Drama; Produksi: Cinesurya / Kaninga Pictures; Sutradara: Mouly Surya; Pemeran: Marsha Timothy, Dea Panendra, Yoga Pratama, Egi Fedly; Film Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak merupakan salah satu film yang terpilih dalam proyek sebuah project market dari Cannes Film Festival.
Tayangsejak tanggal 16 November 2017, film Marlina Si Pembunuh Dalam Empat Babak memang benar-benar menyita perhatian masyarakat Indonesia. Berselang hampir dua tahun kemudian, tepatnya tanggal 10 Januari 2019, film ini akan kembali diputar di bioskop. Bukan hanya karena fenomenal, namun ada alasan khusus yang membuat kamu harus menonton film ini kembali di bioskop.
Katalogfilm yang dimiliki Hooq juga tidak main-main. Dengan berlangganan Hooq, kamu bisa nonton beberapa film berkualitas dari Indonesia seperti Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak (2017), Perahu Kertas (2012), dan lain-lain. Bahkan, film klasik Indonesia seperti Ratu Ilmu Hitam (1981), Aku Cinta Padamu (1974), dan Ateng Bikin Pusing (1974
Marlinasi Pembunuh dalam Empat Babak. Beberapa Film Indonesia memang terkadang tidak diciptakan untuk populer di bioskop dan ditonton oleh banyak orang. Tetapi di sisi lain film tersebut malah menembus kancah internasional. Salah satu film yang diciptakan demikian adalah Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak.
Kemunculan film Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak pada akhir tahun 2017 sempat menghebohkan publik dengan cerita dan prestasinya. Film besutan Mouly Surya yang dirilis pada 16 November 2017 ini menampilkan Marsha Timothy sebagai pemeran utama. Film Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak menceritakan kisah Marlina (Marsha Timothy), penyintas korban pemerkosaan dan perampokan.
52.2 Data Durasi Terpaan Film "Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak" .40 5.2.3 Data Atensi Terpaan Film "Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak"..41 5.3 Analisis Sajian Data Hasil Tanggapan Responden pada Variabel (Y) ..45 5.3.1 Data Perhatian Minat Genre di Film "Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak" 45
Untukfilm Marlina si Pembunuh Dalam Empat Babak ini, Marsha mencetak banyak prestasi. Dari yang sudah saya sebutkan diawal, ternyata film ini juga membawa Marsha sebagai pemeran utama wanita terbaik di Sitges International Fantastic Film Festival 2017 dan mengalahkan Nicole Kidman yang juga menjadi salah seorang nominator.
BacaJuga: Nonton Film Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak, Sebuah Kritik Pedas Terhadap Realita yang Menimpa Para Perempuan Korban Rudapaksa Bingung ingin melakukan aktivitas apa selama pandemi, nonton drakor Ma Boy Sub Indo bisa dijadikan salah satu alternatif kegiatan yang seru di rumah.
Babakpertama film Marlina Si Pembunuh Dalam Empat Babak dimulai ketika Marlina (Marsha Timothy) yang kedatangan tujuh perampok di rumahnya. Mereka mengancam nyawa, harta dan juga kehormatan Marlina. Tidak tanggung-tanggung, para perampok tersebut melakukan itu semua di hadapan suaminya yang sudah berbentuk mumi dan duduk di pojok ruangan.
FilmMarlina si Pembunuh dalam Empat Babak ini juga telah tayang di Festival Film Cannes 2017 itu dijadwalkan beredar di bioskop Negeri Paman Sam pada 2018. Selain Cannes, bersama 17 film lain dari seluruh dunia yang lolos seleksi, Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak juga akan diputar di Marseille, Paris, Geneva, Roma, Milan, Florence, dan
Rencananya Marlina si Pembunuh Dalam Empat Babak juga akan didistribusikan ke-18 negara, termasuk AS dan Kanada. Atas perannya di film Marlina si Pembunuh Dalam Empat Babak, Marsha Timothy dianugrahi gelar Best Actress di ajang Sitges International Fantastic Film Festival 2017 di Catalonia, Spanyol.
nWskYeJ. "Marlina" is a wester-slash-road-movie about an independent woman fighting back against male aggressors and seeks redemption or justice for herself. Throughout her journey through the desertlike rural area of Indonesia and its small villages if you can call them that - they mostly consist of single houses surrounded by desert and a solitary, dusty road, Marlina encounters a number of women who, if not as violently as Marlina, have in some other ways experienced injustice from men who were not condoned for it. Not being an Indonesian woman myself, I cannot account for "Marlina"'s accurateness in depicting gender discrimination in the country, but it is probably safe to assume that director Mouly Surya is not particularly interested in providing deep insight the mechanics of sexism. "Marlina" is a feminist film in the same way that Tarantino's "Kill Bill" movies or "Mad Max Fury Road" are feminist films They portray strong female characters taking revenge on or otherwise trying to dismantle a chauvinist society that has wronged them. The specifics of the villains' ideology don't matter much - in one scene near the beginning, one of Marlina's robbers compares her cooking to his sister's and his mother's, inviting the question, how does he treat these women that he apparently has some respect for, if he compares their cooking to that of his potential rape victim? The movie never attempts to answer or expand upon that question or similar ones, as all of the men in the film lack more-dimensional characterisations. That is not meant to be a criticism of the film, though, as Mouly Surya wisely makes it stylized enough to make it work as a simple genre movie, a revenge tale set in an uncaring and rough world of rapists, thieves, and cowards. When Marlina rides on horseback on the sandy road, with the cut-off head of her rapist under her arms, the film enters almost surreal territory. This is helped by a great Morricone-esque score that, in several of the largely slow-paced scenes, builds tension. Thankfully, in contrast to the men, most of the women in the film are given much deeper and more well-rounded characters to play. Even the comic relief character, an elderly woman who enters the drama as she is on her way to bring her nephew's wife his dowry, deepens the universe of the film's story and gets a couple laughs, as well. Novi, a pregnant friend of Marlina's, is probably the most developed of the side characters here, and her arc is a very powerful subplot in the film. And of course, Marlina herself is played very well, too. It's admirable that, even if the movie overall is, by default, black-and-white in its characterisations, Mouly Surya allows her protagonists to show weakness, too, when they are confronted with potential danger and trauma. The landscapes are beautifully shot, and although I would assume the film is a rather low-budget production, it never looks as cheap as it probably is. That's because the cinematographer has a very good eye for composing their images, and the lack of production value never shows. Another element that greatly deepened the film's impact is the soundtrack. The film is very slow-paced, so framing the shots in a way that invites you to look at them for a couple of seconds longer and laying good music over them that suits the mood of the story was very vital to the film's success, and in my opinion they pulled that off very well, for the most part. The biggest downside of the film is that the slow pacing doesn't always work out perfectly. Because the story is so simple and, quite frankly, if you've seen other rape-and-revenge films before, you know how these movies work, there are long stretches of film in which you know exactly where it is going, but it takes the story too long to get there. It's not always equally entertaining. Also, the lack of dimensionality in its storytelling can be a bit boring after a while. However, the high points are so high that I can easily forgive the film for some of its flaws and recommend it almost universally.
Marlina Si Pembunuh dalam Empat BabakSynopsisIn the deserted hills of an Indonesian island, Marlina, a young widow, is attacked and robbed of all her livestock by a gang of bandits. She defends herself, setting out on a journey to find justice. But the road is long, especially when she begins to be haunted by the ghost of her the deserted hills of an Indonesian island, Marlina, a young widow, is attacked and robbed of all her livestock by a gang of bandits. She defends herself, setting out on a journey to find justice. But the road is long, especially when she begins to be haunted by the ghost of her victim.
- Kemunculan film Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak pada akhir tahun 2017 sempat menghebohkan publik dengan cerita dan prestasinya. Film besutan Mouly Surya yang dirilis pada 16 November 2017 ini menampilkan Marsha Timothy sebagai pemeran utama. Film Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak menceritakan kisah Marlina Marsha Timothy, penyintas korban pemerkosaan dan perampokan. Cerita ini dikisahkan dalam empat babak, salah satu babak ini menceritakan Marlina membunuh dan memenggal kepala pemerkosanya. Kini, film Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak dapat disaksikan di layanan streaming Netflix. Berikut adalah alasan mengapa film ini layak Masuk dalam Kompetisi Academy Awards ke-91 Tahun 2019Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak terpilih sebagai film Indonesia pada penghelatan Academy Awards Oscar 2019. Hal ini disampaikan Christine Hakim, Ketua Komite Seleksi Oscar 2019 untuk Indonesia pada Selasa 18/9/2018. "Setelah dilakukan penilaian dengan seksama berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan, Indonesia Academy Awards Selection Commitee menetapkan film berjudul Marlina si Pembunuh 4 Babak sebagai film pilihan dan berhak mewakili Indonesia dalam kompetisi Academy Awards ke-91 kategori Best Foreign Film," kata Christine Hakim seperti dilansir Antara. Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak dipilih berdasarkan ketentuan penyelenggara Oscar dan masuk ke dalam kategori Best Foreign Film. 2. Mendapatkan Penghargaan Piala Citra FFI 2018Film yang mengangkat isu patriarki ini meraih banyak penghargaan Piala Citra FFI 2018, salah satunya Marsha Timothy yang mendapatkan penghargaan aktor utama Piala Citra FFI 2018. Selain itu, Mouly Surya mendapat penghargaan Sutradara Terbaik dan Penulis Skenario Asli Terbaik yang diraihnya bersama Rama Adi sebagai co-penulis. Sinematografi film yang diarahkan oleh Yunus Pasolang juga meraih penghargaan Pengarah Sinematografi Terbaik FFI 2018. Tidak hanya itu, film ini juga meraih Pengarah Artistik Terbaik Frans Xr Paat, Penyunting Gambar Terbaik Khikmawan Santosa dan A. Patawari, Penata Musik terbaik Zeke Khaseli dan Yudhi Arfani, serta Pemeran Pendukung Wanita Terbaik Dea Panendra. Film Marlina Si Pembunuh Empat Babak juga meraih penghargaan Film Cerita Panjang Terbaik FFI 2018. Marlina berhasil menyabet 10 kategori dari 15 nominasi yang didapatkan di Festival Film Indonesia FFI 2018. 3. Masuk ke dalam 10 Film Asia di ACBS Film Festival 2019Selain berbagai prestasi tersebut, film ini juga menjadi film pertama yang dipertontonkan di ajang ACBS Film Festival 2019. ACBS Film Festival 2019 merupakan rangkaian acara kegiatan Asia Content Business Summit. Selain film Marlina Si Pembunuh Empat Babak, film Indonesia lain yang dipertontonkan, yaitu Kisah Dua Jendela 2018, Tarling is Darling 2017, Sekala Niskala 2017 dan Bintang Ketjil 1963. Selain film Marlina Si Pembunuh Empat Babak, pemirsa juga bisa menonton film besutan Mouly Surya yang lain di Netflix, yaitu fiksi. 2008 dan Yang Tidak Dibicarakan Ketika Membicarakan Cinta 2013. Baca juga Perjalanan Perempuan yang Diperkosa Lewat Mata Marlina Piala Citra FFI 2018 Marsha Timothy Menang Kategori Aktris Terbaik Marlina si Pembunuh dalam 4 Babak Wakili Indonesia di Oscar 2019 10 Film Asia di ACBS Film Festival 2019 Ada Bintang Ketjil 1963 - Film Kontributor Siti Ninda LestariPenulis Siti Ninda LestariEditor Alexander Haryanto
Jakarta - Film 'Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak' akan segera tayang di bioskop Tanah Air mulai 16 November 2017. Secara garis besar film yang disutradarai oleh Mouly Surya ini berkisah tentang perjalanan tokoh utama bernama Marlina Marsha Timothy dalam mencari keindahan alam di Sumba, Nusa Tenggara Timur, 'Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak' mengusung genre film yang sepenuhnya baru, yaitu Satay Western. Dengan kata lain, film ini memiliki karakteristik film koboi pada umumnya hanya saja berlatar di tak seperti film bergenre Western yang biasanya diperankan oleh laki-laki, tokoh utama dari film ini justru adalah perempuan. Ditambah lagi, film ini juga membicarakan isu perempuan beserta relasinya dengan laki-laki. Kendati mempersoalkan hal yang sama sekali baru, sutradara Mouly Surya mengatakan untuk dapat menikmati filmnya, penonton harus bisa keluar dari zona nyaman."Orang memang harus keluar dari zona nyamannya untuk bisa menikmati film saya. Itu mengapa film-film sejenis ini penting untuk dibuat karena kita harus, patut, keluar dari zona nyaman," ungkap Mouly Surya ditemui usai acara pemutaran perdana di Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis 9/11/2017.Mengangkat isu mengenai perempuan Sumba, Mouly Surya mengatakan film yang syarat dengan komedi gelap ini bukan hanya semata-mata diperuntukkan untuk perempuan saja."Biarpun film ini tokoh utamanya perempuan, tapi jelas film ini juga tentang laki-laki," kata Mouly Surya ditayangkan di bioskop Indonesia, film 'Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak' sudah lebih dulu berkelana ke berbagai festival mancanegara. Festival Film Cannes di Prancis adalah salah satunya. srs/mau
nonton marlina si pembunuh dalam empat babak