PadaKamis 19 Mei 2022 dilaksanakan penanaman kedelai secara swadaya memanfaatkan sumur irigasi pertanian program OPLA Kering 2021. “Untuk mendukung program ‘Bangkit Kedelai Nasional 2022’ Pemda DIY mengajukan bantuan tambahan program kedelai seluas 1256 Ha, dan Gunungkidul dialokasikan 878 Ha pada musim kemarau ini,” pungkas Cabaimerupakan salah satu komoditas strategis hortikultura. Berbagai jenis cabai dapat dijumpai hampir di seluruh Indonesia. Namun, bukan perkara mudah untuk membudidayakannya. Butuh keuletan dan keterampilan Saatmusim kemarau, intensitas air yang digunakan untuk menyiram tanaman diperbanyak. Sebisa mungkin hindari sawi dari paparan sinar matahari lebih dari 8 jam. Namun, saat musim penghujan tiba, kurangi intensitas air yang digunakan. Demikianlah cara menanam sawi yang benar serta perawatan dan pemeliharaannya agar sawi yang dihasilkan Saatmusim kemarau yang masih cukup air maka ketersediaannya menjadi berlimpah, sedangkan di musim hujan ketersediaannya menjadi sangat langka dan harganya akan membumbung tinggi. Benih untuk budidaya cabe bisa didapatkan dengan dua cara, yaitu membeli di toko benih atau membenihkan sendiri. Benih cabe hibrida sebaiknya dibeli dari 9Cara Budidaya Cabai Rawit Agar Hasil Panen Melimpah. Pertanian. Senin, 1 Agustus 2022 17:49 WIB. Penyiraman penting dilakukan secara masif terutama pada saat musim kemarau. Selain penyiraman, agar tanaman terhindar dari kekeringan, gunakan mulsa dari dedaunan maupun jerami padi. Apabila penanaman cabai saat musim hujan, hindari Hamatrips menyerang tanaman cabe dengan tiga cara: a) Telur diletakkan dipermukaan bawah daun atau di jaringan tanaman daun berwarna perak, keriput, mengeriting, dan melengkung ke atas. Menyerang tanaman cabe sepanjang tahun terutama pada musim kemarau. Pengendalian : Penggunaan perangkap likat warna biru / putih, pemanfaatan musuh alami Jaraktanam yang ideal 60 x 60 cm. Hal ini juga dipengaruhi oleh musim, jika musim kemarau menanam cabe dengan jarak agak rapat mungkin tidak akan terlalu bermasalah, tetapi jika pada musim penghujan akan menyebabkan tanaman cabe mudah terserang penyakit jamur jika terlalu rapat. Tips Mudah Cara Menanam Cabe. Cabe memang terkadang menjadi musimhujan, sayuran, peluang usaha, budidaya. Musim hujan sebentar lagi datang di Indonesia. WA/SMS 081252271859 Pertanian Indonesia. Peluang usaha budidaya sayur di musim hujan cenderung harga mahal. Petani perlu tips serta trik terbaik agar sukses berkebun dan menanam berbagai macam sayuran. Musik kemarau hampir kita lalui ditahun ini. Mencegahkelebihan air di media tanam. Keuntungan menggunakan mulsa plastik ini ditulis Bernardinus T. Wahyu Wiryanta dalam buku Bertanam Cabai pada Musim Hujan yang diterbitkan oleh AgroMedia Pustaka. Dalam buku tersebut, Bernardinus juga mengungkapkan secara mendalam tata cara mengolah lahan, menyiapkan bibit cabai, teknik perawatan Pengolahantanah sebaiknya dimulai bersamaan dengan pembibitan. Sehingga ketika bibit cabe rawit sudah siap di tanam, jadi lahan sudah siap untuk dipakai.Untuk tahapan pengolahan lahan dalam budidaya cabai rawit di mulai dari pembersihan lahan,mencangkul, membajak lahan sedalam kira 30-40 cm dan pembuatan bedengan.Apabila lahan terlalu asam, Seranganhebat musim kemarau. Menyerang dengan cara mengisap cairan sel tanaman, sehingga menimbulkan gejala bintik-bintik merah sampai kecoklat-coklatan atau hitam pada permukaan daun sebelah atas ataupun bawah. Potensi Bisnis Budidaya Cabe "Saat ini cabe menjadi salah satu komoditas sayuran yang banyak dibutuhkan masyarakat, baik mas Berikutadalah cara menanam lada yang baik dan benar : 1. Siram air secukupnya. Lada adalah tanaman yang sering membutuhkan air. Lada membutuhkan persediaan air dari saat mereka tumbuh sampai akhir musim. Namun, tanah yang serng disiramipun tidak akan baik karena mengairi akar lada dengan berlebihan. Berbedadengan musim kemarau, pengolahan lahan untuk menanam cabai ketika musim hujan harus memiliki bendungan yang kuat agar mampu mengantisipasi banjir. Kendalikan hama dan penyakit secara tepat; Di musim hujan, hama dan penyakit pohon cabai dapat lebih mudah berkembang biak dan menyebabkan serangannya menjadi lebih intens dari biasanya. Waktu penanaman sebaiknya musim penghujan atau peralihan dari musim kemarau kemusim hujan, pukul 6.30 pagi atau sore. - Cara penanaman : menghadapkan bagian yang ditumbuhi akar lekat kebawah, sedangkan bagian belakang (yang tidak ditumbuhi akar lekat) menghadap keatas. ANALISA USAHA TANI BUDIDAYA CABAI Padakegiatan project work ini cara menyemai biji yaitu menggunakan kotak pesemaian. Tanaman cabe sebaiknya sering disiram terutama pada saat musim kemarau karena tanahnya cepat kering. Tanaman yang terlalu lama kekeringan maka pertumbuhannya akan kerdil . Jika menanam cabe pada musim hujan diusahakan jangan sampai tergenang air. Bila JNZCJ. Menanam Cabai Musim Hujan – Alhamdulillah kemarin sore hujan sudah turun sobat BT. Hujan yang dinanti-nanti para petani akhirnya datang juga. Dengan turunnya hujan, daerah dengan sumber air yang minim bisa segera tanam. Dengan begitu maka lahan yang sebelumnya berau, bisa segera ditanami. Termasuk petani cabai yang hendak menanam di awal musim hujan ini. Menanam di musim hujan seperti halnya pada musim kemarau terdapat kendala seperti penyakit layu, antraknosa/patek, busuk daun serta penyakit jamur lainnya. Maka dari itu kali ini akan saya bagikan tips sukses menanam cabai di musim hujan, berdasarkan pengalaman kami. Baca juga 5 Hal Yang Harus Diwaspadai Saat Bertanam Di Musim Hujan Ada beberapa point pada tips sukses menanam cabai di musim hujan yang perlu anda perhatikan antara lain Jarak tanam lebih lebar Gunakan jarak tanam lebih lebar dibadning saat tanam di musim kemarau, jika musim kemarau pakai 40×50 cm, gunakan jarak tanam 50×60 cm di musim hujan. Ini bertujuan untuk mencegah timbulnya iklim mikro sehingga meminimalir perkembangan penyakit jamur. Tanam di lahan tanpa naungan Pada musim hujan langit cenderung mendung sehingga intensitas sinar matahari akan berkurang. Oleh sebab itu menanam di lahan tanpa naungan akan meminimalisir atau memperkecil gagalnya fruit setting fotosintesis dan penyerbukan. Buat bedengan lebih tinggi Bedengan tinggi 40-50 cm bertujuan agar tanaman tidak layu karena akar tidak tergenang. Pada musim hujan sering gali got atau saluran antar bedengan dipenuhi air hujan atau air buangan jadi tanaman akan aman dari layu. Sistem drainase/ pembuangan air yang baik Inilah hal yang paling penting menurut saya, pada saat hujan deras dan lahan tergenang maka potensi tanaman cabai akan layu. Langkah yang bisa dilakukan yang dengan memperdalam parit atau got di lahan anda, sehingga air bisa mengalir lancar. Gunakan varietas tahan yang direkomendasikan Ada varietass yang toleran layu, tahan antraknosa atau tahan serangan penyakit jamur, namun ada juga varietas yang tidak tahan. Oleh sebab itu pilihlah varietas yang direkomendasikan bagus di tanam di musim hujan misal tahan antraknosa/patek. Aplikasi fungisida dan insektisida untuk pencegahan Pada musim hujan adalah waktu yang pas berbagai penyakit dan hama seperti lalat buah, untuk berkembang biak. Langkah terbaik adalah pencegahan. Simak cara aplikasi fungisida untuk pencegahan penyakit berikut ini >> Strategi Aplikasi Fungisida pada Tanaman Cabai Jangan lupa gunakan perekat ya Aplikasi insek dan fungi pada musim hujan akan menurun efektif nya karena larutan pestisida akan mudah tercuci oleh air hujan. Oleh sebab itu tambahkan perekat dan perata agar penyemprotan yang anda lakukan semakin efektif. Teknik pemupukan yang tepat Cukupi nutrisi misal pupuk kalsium agar lebih tahan penyakit, tanaman yang sehat akan dengan sendirinya menciptakan pertahanan dari serangan penyakit. Jadi jika saat musim hujan, cabai biasanya dikocor, pada musim hujan bisa ditambahkan penugalan 10 gram/lubang tanam. Tanam di greenhouse Tips terakhir sukses menanam cabai di musim hujan adalah dengan menanam cabai di greenhouse. Ini bisa anda coba jika anda mampu secara biaya hehehe. Dengan teknologi greenhouse, setidaknya tanaman aman dari air hujan dan tercegah dari penyebaran hama penyakit dari lahan lainnya. Baca juga Lalat Buah dan Beberapa Cara Pengendaliannya Nah, sobat BT, sampai disini tips sukses menanam cabai di musim hujan berdasarkan pengalaman tips ini juga berlaku untuk tanaman tomat, terong atau horti lain dari famili cucurbitaceae seperti timun atau zukini. Akhir kata semoga artikel tips sukses menanam cabai di musim hujan ini bermanfaat bagi anda semua. Jangan lupa bagikan ke saudara, sahabat atau teman anda yang lain ya. Sekian terimakasih ^^ Related postsTips dan Cara Memilih Pangan Segar yang Aman Asal Tumbuhan maupun HewanPenanganan Pasca Panen Komoditi Pangan dan HortikulturaTips dan Cara Mencegah serta Mengatasi Penyakit Trotol Bawang MerahCara Mudah Menanam Bawang Daun di Rumah !Tak Hanya Enak Inilah Manfaat Sayur Pakis Yang Belum Banyak DiketahuiGak Disangka 10 Jenis Sayuran Ini Punya Kandungan Vitamin C Yang Tinggi Banget – Apa yang akan terjadi jika pengolahan makanan khas Indonesia tidak dibumbui dengan cabai merah? pasti rasanya sedikit hambar dan warnanya terlihat kurang selera. Terhadap latar belakang ini, dapat disimpulkan bahwa budidaya cabai merah sangat menggoda untuk mengenali potensi pasar yang sangat luas. Untuk menumbuhkan cabai merah, diperlukan beberapa teknik khusus agar tanaman cabai yang Anda tanam dapat tumbuh subur dan mencapai panen yang berlimpah. Beberapa hal yang perlu diingat untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan mulai dari penanaman hingga panen. Cara Menanam Cabe Merah Cara Menanam Cabe MerahSyarat TumbuhPersiapan BibitPenyemaian BenihPersiapan Lahan TanamProses PenanamanPerawatan dan PemeliharaanPenyiramanPenyianganPemupukanProses PanenShare thisRelated posts Syarat Tumbuh Untuk pertumbuhan maksimal tanaman cabai merah membutuhkan paparan sinar matahari penuh atau setidaknya 8 jam / hari. Jika tanaman ternaungi atau kekurangan sinar matahari, pertumbuhan tanaman terganggu. Suhu ideal untuk pertumbuhan rata-rata 24-28 derajat Celcius. Pertumbuhan tanaman tidak optimal pada suhu di bawah 15 derajat Celcius atau di atas 32 derajat Celcius. Cara terbaik untuk menanam cabai merah adalah di musim kemarau dengan pengairan yang memadai. Tanaman cabe merah bisa tumbuh hingga meter di atas permukaan laut di dataran rendah. tumbuh secara optimal. Curah hujan ideal adalah antara 800 dan 2000 mm per tahun dengan kelembaban 80%. PH ideal antara 6,5 ​​dan 6,8. Persiapan Bibit Saat ini banyak produsen yang memproduksi varietas unggul benih cabai hibrida dari berbagai merek dan tipe dengan kelebihan dan kekurangannya. Penggunaan benih hibrida dengan kualitas terbaik terjamin kualitasnya, tetapi harga yang relatif tinggi terkadang menjadi penghambat bagi petani. Jika kita ingin menghemat uang, kita dapat membuat benih sendiri. Caranya adalah dengan memilih cabe merah sehat dari tanaman sehat. Atau beli dari sesama petani. Kita harus menghindari membuat bibit dari tanaman cabai merah yang berasal dari benih hibrida F1. Berdasarkan pengalaman kami, pertumbuhan tanaman cabai hibrida F2 generasi kedua tidak optimal, tidak produktif dan cabai lebih kecil dan lebih pendek. Benih cabai harus dihasilkan dari tanaman cabai lokal yang telah ditanam di wilayah ini dari generasi ke generasi. Penyemaian Benih Ada dua cara penyemaian cabe merah, yang pertama disemai pada bedengan yang disiapkan dan yang kedua penyemaiang dengan menggunakan polybag. Metode kedua adalah yang terbaik karena bibit dapat tumbuh dengan baik dan tidak saling berhimpit. Persiapan Lahan Tanam Tanah dibersihkan dari gulma dan kemudian dicangkul atau dibajak. Buat bedengan dengan lebar 90-100 cm, tinggi 20-30 cm. Jarak antara bedengan 60 – 70 cm. Pada musim kemarau, bedengan dibuat rendah dan tidak terlalu tinggi sehingga tanahnya tidak cepat kering. Taburkan dolomit saat pH di bawah 6,5. Setelah – / + 10 hari atau setelah dolomit disiram dengan hujan, taburkan pupuk dasar di atas bedengan. Pupuk dasar yang baik adalah pupuk cair / kompos, campuran TSP, Kcl dan Za dalam perbandingan 2 1 1. Pupuk borat dosis rendah, yaitu. H. 1000 g / 1000 tanaman 1 g / tanaman. Aduk hingga pupuk tercampur rata. Biarkan air hujan atau disiram di atasnya selama musim kemarau. lakukan pemasangan mulsa plastik hitam-perak setelah +/- 10 hari. Proses Penanaman Setelah pemasangan Mulsa Plastik Hitam Perak MPHP selesai, Anda harus terlebih dahulu membuat lubang tanam. Lubang tanam dibuat dengan jarak 60 x 60 cm musim kemarau atau 70 x 60 cm musim hujan.Bibit siap tanam setidaknya 30 HSS dan paling lama 35 HSS. Pilih bibit sehat, daun berwarna hijau segar. Buang bibit yang terinfeksi penyakit agar tidak menyebar ke benih lain. Penanaman harus dilakukan pada pagi dan sore hari. Cara menanamnya membuat lubang sesuai dengan ukuran polybag. Keluarkan polybag dengan hati-hati agar akarnya tidak rusak dan tanaman tidak tertekan. Setelah dilakukan penanaman, siram dengan banyak air untuk menjaga kelembaban. Perawatan dan Pemeliharaan Penyiraman Fungsinya dilakukan penyiraman adalah untuk proses pelarutan senyawa organik dan anorganik yang ada di tanah. Anda bisa menyiram setiap hari di cuaca kering, sementara penyiraman dapat dikurangi saat musim hujan. Penyiangan Penyiangan adalah proses perawatan cabe merah dengan membersihkan atau menarik rumput di tempat cabai ditanam. Saat melakuka penyiangan tanah digemburkan pada titik di mana cabe ditanam. Dapat digunakan dengan sendok, tetapi dengan hati-hati dan tanpa kerusakan tanaman cabe. Pemupukan Perawatan penting berikutnya untuk cabai merah adalah pemupukan, dengan metode ini Anda dapat menggunakan pupuk kimia atau pupuk kandang. Namun, jika Anda ingin tanaman tumbuh lebih cepat sebaiknya gunakan pupuk kandang. Proses Panen Proses terakhir bagaimana cabai merah ditanam adalah waktu panen. Biasanya tanaman cabai merah dapat dipanen 60 hingga 70 hari setelah penanaman benih di bedengan. Panen secara teratur setiap 3 hari sampai cabe merah habis. Cara terbaik untuk memanen di pagi hari adalah dengan memetik langsung dari batangnya. Jangan mencoba memanen cabai merah yang terlalu tua untuk menghindari pembusukan selama penyimpanan sebelum dijual. Demikianlah pembahasan tentang cara menanam cabe merah semoga dapat bermanfaat untuk anda. Baca Juga Artikel Lainnya 7 Cara Menanam Bunga Mawar agar Cepat Berbunga8 Cara Menanam Anggrek agar Cepat Berbunga10 Cara Menanam Padi yang Baik Oktober 7, 2019 Dasar-Dasar Pertanian Menanam cabe di musim kemarau memang menjadi tantangan tersendiri bagi petani cabe di Indonesia. Pun sebaliknya, menanam cabe di musim hujan tentu saja ada halangan dan keuntungan tersendiri bagi petani. Namun, bagaimanapun kondisi cuacanya, jika penanaman cabe dilakukan secara tepat maka hasilnya akan jauh lebih baik. Pada musim kemarau, suhu udara sangat panas, hal ini tentu akan berpengaruh terhadap pertumbuhan cabe yang baru saja dipindahkan dari lahan pembibitan ke lahan bedengan bermulsa. Akibatnya, jika tidak ditangani secara serius, maka bibit cabe akan mudah layu bahkan tanamannya menjadi kering dan mati. Oleh sebab itu, ada cara terbaik yang mungkin bisa dicoba oleh petani yaitu menggunakan daun kelapa saat bertanam cabe di musim kemarau. Silakan perhatikan lahan tanam di bawah ini yang ditanami bibit cabe yang disertai dengan penggunaan daun kelapa. Bisa menggunakan daun kelapa yang masih muda atau daun yang tua. Penggunaan daun kelapa untuk menanam cabe di musim kemarau Menurut pengalaman para petani cabe, ada yang sudah menggunakan cara ini dan alhamdulillah, 95% ke atas tanaman bibit yang ditanam di musim kemarau tetap tumbuh dengan baik hingga pada hari ke 30hst sejak dipindahkan dari lahan semai ke lahan bedengan. Selain itu, dengan pemanfaatan daun kelapa yang digunakan sebagai penaung bagi bibit cabe ini agar Bibit cabe yang baru dipindahkan dari lahan semai ke lahan bedengan tidak mudah layu dan mati; Agar tanaman bibit cabe aman dari serangan keong/siput darat maupun keong/siput sawah. Jika bapak/ibu dan remaja tani yang akan mencoba cara di atas sangat dianjurkan agar bibit cabe tetap bisa tumbuh optimal walaupun di musim kemarau. Dan tentunya cara di atas juga bisa dipakai untuk mencegah bibit cabe dari serangan keong/siput sawah. Semoga bermanfaat. About The Author Wahid Priyono, Seorang guru Biologi SMA, blogger yang hobi berkebun, menulis, olahraga badminton&lari. Alumni Pendidikan Biologi Universitas Lampung. Prinsip hidup "Menulislah, maka karyamu akan abadi". Silakan kunjungi situs website saya yang lain Seputar Ilmu Pertanian JAKARTA - Cabai merupakan salah satu komoditas strategis hortikultura. Berbagai jenis cabai dapat dijumpai hampir di seluruh Indonesia. Namun, bukan perkara mudah untuk membudidayakannya. Butuh keuletan dan keterampilan ketika akan menanam cabai, terutama adanya serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan OPT. OPT merupakan salah satu kendala terhadap kersediaan cabai terutama di masa sulit air atau kemarau. Direktur Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto menyampaikan bahwa salah satu kunci keberhasilan produksi cabai yaitu dengan melakukan monitoring serangan OPT, sehingga dapat dikendalikan. Selain itu petani bisa menerapkan budidaya cabai ramah lingkungan dimana biaya produksi menjadi lebih rendah.“Petani tidak harus membeli pestisida dan pupuk kimia yang mahal harganya. Produk cabai yang dihasilkan juga lebih sehat, lebih lama daya simpannya, dan aman dikonsumsi,” ujar Prihasto dalam keterangannya, Rabu 10/6. Prihasto memaparkan, Kementerian Pertanian di bawah komando Syahrul Yasin Limpo SYL tetap mendorong dan memacu jajaran di Kementan untuk lebih giat dalam penerapan teknologi pertanian. Ini dilakukan sebagai upaya pengelolaan OPT. “Tujuannya tak lain untuk memastikan ketersediaan cabai untuk tetap aman dan terjaga,” kata Anton-sapaannya-. Informasi dari BMKG bahwa pada Mei dan Juni di sebagian besar wilayah Indonesia wilayah Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan bagian Timur dan Papua bagian Utara akan memasuki musim kemarau. Puncaknya akan terjadi di bulan Agustus. “Keadaan kemarau ini tentunya akan sangat berpengaruh terhadap berkurangnya ketersedian air untuk kebutuhan tanaman. Biasanya terjadi kekeringan dan berpengaruh terhadap peningkatan serangan hama,” jelas dia. “Maka dari itu penting untuk memperhatikan betul penanaman cabainya,” pungkas dia. Kepala BPTPH Jawa Barat, Ajat Sudrajat menyatakan bahwa berdasarkan data Angka Tetap ATAP 2019 produksi cabai besar di provinsi Jawa Barat mencapai kwintal. Atau berkontribusi sebesar 22 persen terhadap produk cabai besar nasional. “Maka dari itu menjadi keniscayaan bagi kami harus amankan pertanaman di lapangan dan memastikan bisa berproduksi secara optimal,” kata dia. Adapun upaya yang dilakukan yaitu dengan melakukan pemantauan lapangan terkait intensitas serangan OPT. OPT yang menyerang cabai di Jawa Barat pada musim kemarau antara lain trips, kutudaun dan virus kuning. “Kami saat ini terus melakukan monitoring intensif,” tegas dia. Hal yang sama diungkapkan oleh Budi kepala Laboratorium Pengamat Hama dan Penyakit LPHP Cianjur. Budi memaparkan sebaiknya petani atau pelaku usaha mengenal OPT cabai di musim kemarau bisa dilihat dari gejala serangannya. Gejala serangan trips ditandai dengan permukaan bawah daun berwarna keperak-perakan mengkilat, pada serangan lanjut daun akan berwarna coklat, menjadi keriting dan keriput, pada serangan berat daun, pucuk serta tunas menggulung keatas, daun mengecil timbul benjolan seperti tumor, kerdil bahkan pucuk mati. “Serangan pada buah menyebabkan permukaan buah kasar berwarna kecoklatan,” jelas dia. Sementara gejala serangan tungau ditandai dengan perubahan bentuk daun menjadi abnormal seperti daun menebal dan warna menjadi tembaga/ kecoklatan, terpelintir, menyusut serta keriting, tunas dan bunga gugur. Gejala serangan virus kuning ditandai dengan warna kuning terang pada daun tanaman yang terinfeksi, tulang daun mengalami pemucatan dimulai dari daun-daun pucuk.“Selanjutnya tulang daun akan menebal dan menyebabkan daun menggulung ke atas, daun mengecil dan berwarna kuning terang, tanaman kerdil dan tidak berbuah. Penyebab virus adalah serangga vektor kutu kebul, oleh karena itu yang perlu dikendalikannya adalah vektornya,” ungkapnya. Budi menambahkan pengendalian OPT trips dan kutu kebul sebagai vektor virus kuning dapat dilakukan secara ramah lingkungan. Di antaranya penggunaan perangkap likat sebanyak 40 buah per hektare, penanaman tanaman penghalang barrier seperti jagung di sekeliling pertanaman cabai 5-6 baris dengan jarak tanam yang rapat 15-20 sentimeter yang ditanam 2-3 minggu sebelum tanam cabai dan penanaman cabai dengan kubis atau tomat secara tumpang sari. “Di wilayah Jawa Barat dalam pengendalian OPT, sebagian petani sudah menerapkan pengendalian OPT yang ramah lingkungan, namun penggunaan pestisida kimia juga masih dilakukan,” ungkap dia. Menyikapi merebaknya OPT cabai di musim kemarau, Direktur Perlindungan Hortikultura Sri Wijayanti Yusuf, mengajak dan mengimbau petani untuk terus menggunakan bahan pengendali OPT yang ramah lingkungan dalam mengendalikan OPT. “Harapannya produksi yang dihasilkan aman konsumsi dan jika menggunakan pestisida kimia perlu memperhatikan prinsip enam tepat yaitu tepat sasaran, mutu, jenis pestisida, waktu, dosis dan konsentrasi dan cara penggunaan,” tutup dia.

cara menanam cabe musim kemarau